Sebuah refleksi antar waktu…

Terkadang kita tak pernah sadar, bahwa setiap satuan waktu yang kita lewati nantinya akan di minta pertanggung jawabannya…

ok..jika statement diatas terlalu “agamis” maka mari kita ganti….
Seringkali kita tidak menyadari bahwa setiap satuan waktu yang kita lewati adalah sebuah peluang luar biasa yang bukan tidak mungkin mendatangkan uang !! (mungkin ini terlalu materialis ??)

Kemudian disisi lain, setiap satuan waktu yang kita lewati, adalah serpihan serpihan hidup yang nantinya akan membentuk karakter dan kepribadian kita….

Tidak peduli anda adalah seorang yang berpendidikan setinggi apapun atau bahkan tidak berpendidikan sama sekali atau anda adalah seorang yang sangat kaya…atau yang tidak berpunya sama sekali….??

semua memiliki satuan waktu yang sama…!!
semua berada dalam dimensi waktu yang identik..!!

kemudian kita berbicara tentang kesempatan, tentang peluang…
(kebetulan tadi sedikit diskusi dengan ibu Betty Alisjahbana yang meninggalkan kursi CEO IBM nya lalu “pindah kuadran” menjadi seorang entrepreneur dengan mendirikan QB Creative)

dari hasil diskusi tersebut, ada beberapa hal yang sangat menarik…

bahwa kesempatan dan peluang itu muncul dari sebuah kreativitas dalam melihat, memanfaatkan dan mengoptimalkan setiap serpihan satuan waktu tersebut…!!

hmm..masuk akal….!!!

orang orang berpendidikan tinggi yang berleha leha (baca: menggunakan setiap serpihan satuan waktu hidupnya) untuk hal yang tidak berguna..maka sia sia lah pendidikan yang dimilikinya…

orang yang tidak sekolah atau DO dari sekolah sekolah yang memanfaatkan dan mengoptimalkan setiap serpihan satuan waktu hidupnya dikemudian hari malah menjadi orang orang besar….

Saya pribadi melihat bahwa sekolah, ataupun institusi pendidikan formal memberikan sebuah “penyadaran” kepada siswanya atau objek pendidikannya untuk belajar dan lebih memahami filosofi bagaimana bisa mengoptimalkan peluang yang muncul dari setiap satuan waktu yang berjalan…

Babson College berhasil dinobatkan menjadi #1 for entrepreneurship university karena memang outstandings students yang masuk kesana benar benar sudah sadar…mereka hanya perlu meng-accelerate penyadaran mereka…sehingga entrepreneurs jebolan Babson kemudian berhasil mendevelop big global company…atau setidaknya menjadi intrapreneur yang melejitkan sales perusahaanya…

Lalu bagaimana dengan kita ?? bagaimana dengan sekolah sekolah bisnis di indonesia… ?? apakah level “penyadaran” sudah dalam track yang benar ?? apakah culture yang dibangun kemudian mempercepat proses “penyadaran” tersebut??

jangan salah kaprah…bahwa “penyadaran” ini tidak hanya berlaku untuk entrepreneur..tapi siapaun anda..apa pun pekerjaan anda, apapun posisi anda saat ini..

bahwa proses “penyadaran” tersebut harus dilakukan…penyadaran akan pentingnya optimalisasi setiap satuan waktu yang kita semua miliki.

*special thanks to Mrs Betty Alisjahbana for flash discuss…