Sebuah fase baru….

ya…judul tulisan kali ini memang tidak salah,

sudah hampir 5 bulan saya menjalani sebuah fase baru dalam hidup..fase dimana saya bekerja sebagai seorang professional !

in the middle of September  i was signed and officially attending MT program of PT Garuda Indonesia Tbk…

pengalaman, suasana dan sudut pandang  yang sangat berbeda.

Ditengah sedang gencarnya pemerintah dan beberapa institusi pendidikan mengusung isu isu entreprenenurship, dan tidak beberapa lama dari saya ditunjuk menjadi ketua bidang pemberdayaan organisasi pasca musyawarah daerah Gabungan Pengusaha Farmasi (GP Farmasi) Sumbar, kemudian keinginan untuk memajukan organisasi Gabungan Pedagang Alat Kesehatan dan Laboratorium Sumbar, HIPMI Sumbar serta yang terakhir ketika sedang menggeliatnya komunitas Tangan Diatas (TDA) Padang tiba tiba saya switch menjadi seorang pegawai….yah tidak salah…menjadi seorang pegawai BUMN !

Syukurlah sampai saat ini bisnis saya masi berjalan, dengan dukungan penuh dari keluarga dan rekan rekan, usaha dibidang distribusi alat alat kesehatan, laboratorium dan kedokteran masi berjalan, dibawah bendera CV  Miranti Adilha, yang sebentar lagi akan berganti menjadi PT Miranti Adilha Utama.

Ternyata banyak pelajaran berharga yang saya dapatkan di fase kehidupan saya yang baru ini.

Dalam hidup rasanya memang tidak ada pilihan salah atau benar, yang ada adalah putuskan pilihan serta keberanian dalam menjalani konsekuensi terhadap pilihan tersebut. Begitu yang setidaknya yang saya alami.

Konsekuensi sebagai profesional tentu akan berbeda dengan seorang pengusaha, ada plus minusnya diantara kedua pilihan ini, dan seperti yang sudah pernah saya kemukakan ketika menjadi pembicara di sebuah acara entrepreneurship, bahwa tidak ada yang salah dengan pilihan menjadi pekerja atau menjadi pengusaha, semua orang akan menjalani perannya masing masing, tinggal kita menyesuaikan dengan visi hidup kita.

Banyak dibeberapa tulisan saya lihat menyudutkan PNS atau pekerja, bukan berarti karna saya berada dalam posisi sbg pekerja kemudian saya membela, tidak…sekali lagi tidak..tapi at least sampai saat ini saya pernah mencoba di kedua peran tersebut (meski masih sangat muda).

Menjadi karyawan tidak bisa menjadi kaya? who said?  beberapa hari yang lalu saya bertemu dengan salah satu direktur BUMN yang mau berbagi tentang pengalamannya, menjadi pekerja bisa kaya, caranya capailah puncak karir dengan performansi yang outstanding, menjadi Board of Director misalnya (yang tentu saja ini memakan waktu), gaji seorang BoD disebuah BUMN mencapai 150 juta/bulan itu diluar tunjangan dll…so..siapa bilang ga bisa kaya? *kayanya dengan cara yang halal ya….jangan korupsi !

Menjadi pengusaha bisa cepat kaya? ini juga tidak sepenuhnya benar dan tidak sepenuhnya salah, salah seorang rekan di organisasi yang saya ikuti, butuh waktu hampir 20 tahun hingga dia bisa kaya , tapi juga tidak sedikit yang dalam waktu kurang dari 10 tahun sudah hidup lebih dari berkecukupan.

Kebebasan waktu dalam bekerja, rekan saya di bagian marketing di perusahaan FMCG juga tidak harus berkantor pukul 8 – 5 dalam kesehariannya, kebanyakan malah di mall dan tempat tempat olahraga, dan jika anda mau jadi pengusaha, di awal awal pendirian usaha anda, siap siap saja bekerja more than 24 hours 🙂  saya tidak jarang harus menginap dikantor, mengawasi dan menghitung laporan keuangan hingga larut malam ketika awal miranti ritel berdiri.

but anyway, poinnya bukan membandingkan mana  lebih baik atau buruk, tapi lebih kepada setiap pilihan yang kita putuskan akan memberikan impact yang berbeda, dan satu hal…jalani dengan passion dan curious.

Selamat menentukan pilihan…selamat menjalaninya…dan selamat merubah hidup 🙂

salam,

*edisi selanjutnya akan saya tuliskan apa apa yang saya pelajari yang mampu menginspirasi saya dalam mengembangkan usaha 🙂

Advertisements