Personal Branding

ya…tulisan kali ini saya akan membahas tentang personal branding, ini di ilhami dari status dan twit dari beberapa teman , dan kita persempit lagi personal branding through social network…

pernahkah kita melihat seseorang mengumpat, sumpah serapah, absen kebon binatang dan kata kata kasar lainnya di twitter atau facebook?

atau pernahkah kita merasa begitu menarik membaca status rekan di bbm, twitter atau facebook yang menggunakan kata kata yang begitu bagus, menggugah atau bikin penasaran?

atau ada yang begitu rajin memberikan kultwit, nasehat atau info info baru di ranah pertwitteran..

tanpa kita sadari dari kicauan yang kita keluarkan di twitter, update status di facebook atau bbm seseorang menilai anda…orang lain memberikan judgement kepada anda…people do judge the book by its cover!specially at the first sight…

siapa bilang social media tidak boleh dijadikan ajang curhat?sumpah serapah? tapi salahkah orang lain menilai kita sebagai orang yang emosional? atau seseorang yang di status bbmnya atau twitternya hanya berisikan kalimat kalimat negatif kemudian dicap sebagai orang yang negatif dan suka mengeluh??

thats we called personal branding, something you reflect outside and people catch it and make a judgement…so, the simple things in equal we can say

your self-impression = how people perceived you

dalam era sekarang, ekspresi yang keluar dari dalam diri kita, tidak hanya didapat dari interaksi langsung kita dengan orang lain, tapi justru interaksi ini lebih banyak indirect, melalui dunia maya atau social network.

Lalu apa untungnya untuk kita? nah…bicara untung rugi paling demen deh saya … (hehehe…dasar orang padang)

begini….

apapun profesi kita saat ini, pelajar, mahasiswa, pegawai,pengusaha,politikus dan seterusnya…kita menjual diri kita….yap…we sell our self !!

tentu saja jual diri ini bukan jual diri yang dalam tanda kutip ya…let me give an example…jika anda seorang calon legislatif, atau calon bupati, atau calon gubernur?…maka anda akan jual diri anda dengan punya visi yang mantap, punya penampilan yang bagus, pemikiran yang maju, agar dipilih bukan?

jika anda adalah seorang mahasiswa,maka anda akan jual diri anda dengan berusaha aktif dikelas, punya nilai terbaik dan memiliki segudang aktifitas agar anda dikenal bukan?

jika anda adalah seorang pengusaha, maka anda akan jual diri anda dengan, memiliki integritas, jujur, dan berwibawa ..agar bisnis anda maju bukan?

ya…itulah personal branding…bagaimana kita akan dipersepsikan oleh orang lain, sehingga ketika ada sesuatu yang orang lain butuhkan dan related to our concern maka mereka akan menempatkan kita pada top of mind nya dan hasilnya….andalah yang terpilih !

kembali ke social media, berikut beberapa hal yang menurut hemat saya tidak pantas dilakukan dalam rangka membangun personal branding yang positif

1. jangan jadi fakir follback…ini sama sekali tidak membantu…orang lain akan otomatis follow kita klo kicauan kita bermanfaat, entah itu bikin nambah ilmu, bikin ketawa, atau inspiring..

2. jangan sumpah serapah di twitter, apalagi jika anda difollow oleh orang yang anda hormati…jika ingin mengungkapkan kekesalan atau tidak terima dengan sesuatu, ucapkan dengan bijak..yap..dengan bijak..misal…maskapai ini sering telat!saat ini pun saya telat pake maskapai ini!hati hati pake maskapai ini! *fyi..twitter cukup mumpuni untuk bad or good word of mouth!jadi gunakan dengan bijak 🙂

3. jangan sebut nama orang jika anda sedang kesal atau marah dengan seseorang, meskipun dia tidak twitteran! ingat…bisa jadi teman dari teman kakak dari sepupu adek omnya pengguna twitter..dan menyampaikannya kpd orang yang anda maksud…akhirnya jadi berabe kan…mending, samperin tu orangnya, bilang face to face…lebih gentle 🙂

dan tahukah anda? bahwa beberapa perusahaan saat ini dalam proses rekruitasinya juga memantau akun twitter atau facebook anda…tentu saja media yang cukup representatif dalam hal profesional purposes adalah linkedin

BBM

bbm ini masuk social media ga? *anggap aja masuk ya….mengapa saya anggap ini penting dan berhubungan dengan personal branding?

karena saya melihat fitur bbm sangat sering digunakan untuk keperluan kantor (memang peruntukan awalnya untuk office dan corporate di indonesia aja anak anak kecil udah bebe eman..) bahkan dalam blognya mentri bumn kita, mereka rapat lewat bbm…

jika fitur bbm ini lebih banyak untuk keperluan kantor, maka tentu saja messenger contact kita kebanyakan orang kantor dong? nah…disinilah masalahnya….

kalau contact kita banyak orang kantor yang terdiri dari atasan, rekan kerja dan bawahan kita…maka harusnya…makin berhati hati kita terhadap up date status bbm kita !

bayangkan….jika dalam list contact kita terdapat direktur utama, kemudian tiba tiba status bbm kita sumpah serapah dan menjelek jelekkan perusahaan?

jadi…dalam update status bbm, sebaiknya pergunakan kata kata yang bijak, berikut gambar profile pic yang baik..yang lebih mengedepankan siapa kita…mau elegan…silahkan…mau sporty silahkan…tergantung mau jadi apa orang mempersepsikan kita dengan hanya melihat profile pic dan status bbm kita.

untuk media media online yang lain sangat banyak…seperti blog (seperti yang anda baca sekarang) atau web site pribadi,

jika perusahaan saja dalam memberi brand produk dan jasanya berpikir 10 kali lipat sebelum akhirnya dilempar kepasar….mengapa kita sebagai personal tidak berpikir 100 kali lipat dalam mengkomunikasikan brand kita sendiri???

have a great day… 🙂

salam

RR

*sekalian promosiin akun saya ah :p

twitter : refki_ryan

linkedin : refki riyantori

facebook : refki riyantori *sudah jarang saya update 🙂

Advertisements

Bersyukur karna belum mengenalmu

Diri ini mungkin memang belum mengenalmu..

Untuk itu aku bersyukur…

Karena mengenalmu bagiku adalah proses….bukan hasil akhir…

 

Diriku mungkin belum bisa mengungkapkan perasaanku yang sebenarnya…

Untuk itu aku bersyukur….

Karena memberikan kesempatan untuk selalu ku gali perasaan ini lebih dalam…

 

Diri ini mungkin belum bisa berada didekatmu sekarang…

Untuk itu aku bersyukur…

Karena memberikan ku kesempatan untuk mendekatkan hati ini kepadamu…

 

Diri ini mungkin belum bisa memberikan sesuatu kepadamu…

Untuk itu aku bersyukur…

Karena memberikan kesempatan kepadaku untuk selalu mempersiapkan yang terbaik untukmu…

 

Untuk segala kekurangan dan ketidak sempurnaanku…

Aku selalu bersyukur…

Karena memberikan kesempatan kepadaku untuk menyempurnakannya kelak berdua bersamamu…

 

*untuk ucapan syukur yang tidak pernah lepas atas karuniaNya kepadaku dan kepadamu…..

Optimalisasi Capacity Management

Terinspirasi dari tulisan bapak mentri BUMN kita Dahlah Iskan di capacity management dibalik kandang sapi   yang mengoptimalkan potensi yang ada di PTPN6 sebagai penghasil sawit di”tumpangkan” dengan peternakan sapi. Ini sungguh pemikiran yang cerdas, dengan melihat potensi “terbuangnya” pelepah sawit, dimanfaatkan untuk pakan ternak, sehingga siklus dari setiap rantai produksi sawit bermanfaat dan menghasilkan untuk memproduksi yang lain.

Saya yang masi sangat hijau didunia penerbangan istilah kerennya zero record hour, juga pernah memikirkan hal yang sama, sepulang kantor, berjalan jalan sejenak di belakang kantor Garuda City Center  kawasan bandara, teronggok beberapa bangkai pesawat yang tentu saja sudah tidak terpakai lagi. beberapa bagiannya pun sudah hilang

Nah, dari sana sempat terpikir daripada bangkai pesawat itu tidak terpakai, bagaimana kalau dijadikan restoran atau rumah makan? dengan konsep  yang benar benar seperti dipesawat, dengan pelayannya menggunakan baju pramugari dan makanannya pun di suplly dari ACS aeroofood (anak usaha garuda yang memproduksi makanan), lengkap pula dengan piring2 dan sendok seperti di pesawat…bedanya pesawatnya ga jalan :p hehehe…

bayangkan anda di serve begini tapi tidak di pesawat yg sedang mengangkasa…

  kemudian untuk makanannya dan platingnya pun menggunakan apa yang ada di  pesawat, sehingga experience yang dirasakan pun seperti layaknya anda menaiki pesawat

Bagi yang belum pernah merasakan duduk di kabin class eksekutif pun bisa merasakannya, dengan pembedaan kompartemen (ini istilah dalam dunia penerbangan untuk pembagian kelas) restoran yang terbagi atas kelas ekonomi dan eksekutif.

 dengan mengusung brand sendiri yang tentu saja harus memperhatikan segmentasi, targetting dan positioningnya rasanya ini cukup bisa membuat “bangkai” tadi tidak teronggok begitu saja

atau ACS aerofood sebagai provider makanannya dapat jualan ritel :p hehehe

Karna kabarnya, penumpang tidak benar benar menikmati makanan yang disajikan diatas pesawat…entah karna air pressure, entah karena mengantuk (perjalanan jauh/long haul) …nah…..disinilah cabin cafe (baru nemu namanya nih :p) bisa memainkan peran…anda bisa benar benar jujur dalam mengungkapkan makanan yang diserve dipesawat….

hahahaha…..hanya sekedar ide sih… :p

Salam Kreatif

RR

(2) Sebuah fase baru

Melanjutkan tulisan saya yang kemarin (mencoba konsisten menulis minimal 2 tulisan dalam seminggu ) 🙂 hehehehe….

terimakasih untuk rekan saya @anjumind yang menambah ide untuk tulisan ini …

Tentang status atau kebanggaan…ini memang sangat relatif dan tergantung dari orang yang menjalani, bagi saya status sebagai seorang pengusaha menjadi kebanggaan sendiri, begitupun ketika saya berubah status mejadi seorang profesional.

to tell you the truth, beberapa minggu di awal pekerjaan saya, saya sempat minder dan malu berubah status, tidak sedikit rekan rekan seorganisasi dan beberapa kolega bisnis (terutama yang masih muda dan seumuran) yang menyayangkan kepindahan status saya. bahkan beberapa diantaranya bernada negatif…but the show must go on, rite? 🙂

kembali ke masalah status dan kebanggaan, menjadi profesional, apalagi diperusahaan yang memiliki reputasi yang bagus akan meningkatkan status sosial, ingatkah kita dulu waktu masih kecil, jaman ketika entrepreneurship belum se agung sekarang…hehehe…orang tua orang tua begitu bangga menyebutkan anaknya bekerja di perusahaan besar atau PNS (dibeberapa daerah ini masih sangat kental) bahkan ada yang mengungkapkannya begini :

                                     atau begini

atau yang begini

 

 saya dapat dari beberapa profile pic BBM rekan rekan saya…hehehe

Nah…dari sana artinya apa…? ada kebanggaan tersendiri bagi diri dan keluarga bila orang terdekatnya merupakan pegawai atau pekerja dari suatu perusahaan…so..kenapa malu mejadi profesional ? (ini dari satu poin kebanggaan terhadap status ya….masih banyak sebenrnya….tapi satu satu aja :))

Dari sisi menjadi pengusaha, ada kebanggaan lebih ketika bisa membuka lapangan kerja, saya merasakan bagaimana sulitnya melakukan rekrutmen, menyaring dari banyaknya lamaran yang masuk (gayaaa…padahal lamaran yang masuk cuma 10an :p hehehe…cukup lumayan untuk perusahaan yang baru berdiri) , kemudian interview singkat, disini sulitnya menilai orang, apalagi untuk saya yang hanya berbekal ilmu teori tentang recruitment dan human resources di universitas, ternyata kenyataan tidak seindah teori, hehehehe…..

Status sosial, di kampung halaman saya, sumatera barat, menjadi pengusaha atau pedagang merupakan hal yang lumrah dan jamak dilakukan, pertanyaan selanjutnya jualan apa? seberapa besar usaha? setidaknya itu yang saya lihat dan rasakan, ada beberapa teman yang berjualan sayur dan makanan kecil (thats called entrepreneurship, rite?) seolah mendapatkan respon yang biasa biasa saja, padahal…..omsetnya…belasan jutaan perhari !!

tapi klo usahanya distributor, skala yang agak besar, punya kantor, maka statusnya lebih baik baik, mengundang decak kagum…padahal klo dari skala omset sehari kalah ama yang jualan sayur ;p hehehe…..*just kiddin….

poinnya, kebanggaan menjadi sangat relatif terhadap individu…justru kebanggaan terbesar adalah ketika kita memainkan peran yang berbeda dan bisa memberikan nilai nilai yang positif untuk diri dan lingkungan, thats the biggest pride that you will have…. 🙂

Salam Positif

 

RR