Potret kota yang (akan segera) macet parah

Kemacetan sekarang bukanlah menjadi isu kota jakarta atau jokowi-ahok semata, tanpa disadari ini harusnya jg menjadi isu gubernur sumatra utara,gubernur sumatera selatan, jawa timur dll.

setelah tinggal di beberapa kota di indonesia, saya melihat ada potensi (dan mungkin sudah) akan terjadi kemacetan seperti jakarta saat ini di beberapa tahun kedepan.

Kita tidak hanya berbicara tentang pertumbuhan infrastruktur jalan yang tidak linear dengan pertumbuhan penjualan kendaraan bermotor..karna masing masing punya kepentingannya..

Sebagai daerah kita memiliki keterbatasan anggaran utk membangun infrastrutur jalan dan sebagai pebisnis kita juga memiliki target penjualan kendaraan yg tiap tahun makin meningkat, ditambah dgn peningkatan taraf hidup masyarakat sehingga memiliki daya beli yg semakin baik.

akan tetapi hal hal kecil yang menurut saya bisa dilakukan oleh pemerintahan daerah adalah bagaimana bisa mengatur ruang transportasi menjadi lebih baik..mengatur kelakuan angkot yg sebagian besar kita mengatakan menjadi biang kemacetan…

memberikan sangsi tegas terhadap angkot yang menaikkan dan menurunkan penumpang sembarangan..termasuk menerapkan denda utk penumpang yg naik dan turun sembarangan..

kemudian mendidik pentingnya mematuhi aturan lalu lintas, seperti yg dulu saya pernah tulis tentang kota medan..perilaku berlalu lintas kita masih sangat rendah..!

tidak hanya sosialisasi yg kadang terkesan hanya seremonial, tp bikin class room..buat semacam sertifikasi sopir angkot, cabut sim yg melanggar, denda pemilik angkot, libatkan bahkan denda organda sebagai organisasi transportasi, bukankah mereka jg sbagai bagian dari transportasi tsb?

kebiasaan saling serobot..melanggar lampu merah..tidak mengindahkan rambu rambu…ini menjadi sumbu pemercepat kemacetan di sebuah kota..!

sebagai kepala daerah yg memiliki kewenangan dan otoritas penuh utk menginstruksikan jajaran muspidanya harusnya bisa dengan mudah melakukannya, ini masalah kemauan bukan kemampuan.

Ini bukan blaming kepala daerah, tidak…tp mengingatkan bahwa dgn power yg dimiliki, mereka bisa lebih mudah melakukan langkah tsb..kalau sudah diinstruksikan, tinggal mengevaluasi implementasi dari pelaksanaan instruksi tersebut.

dan yg tidak kalah penting adalah bagaimana masing masing kita ikut berperan serta mengurai potensi potensi kemacetan tersebut…dan ini sudah banyak dilakukan dijakarta, mulai dari bike to work, tebengers atau penggunaan moda transportasi publik yg membaik.

dengan berkendara secara benar, mengikuti peraturan..kita sudah cukup mengurangi kemacetan sekitar 3%, dengan menjadi penumpang angkutan umum yg baik dgn tidak naik turun disembarang tempat..kita menyumbang utk mengurangi kemacetan 5%,

mari menjadi #penyumbangkebaikan di negri kita tercinta ini 🙂 salah satunya #turuntangan menjadi bagian dari kebaikan itu sendiri

Kualanamu 20 maret 2014.

Advertisements

1 Comment

  1. Sayangnya masyarakat kita sendiri adalah masyarakat yg ngeyel.

    Parkir sembarangan pentil dicabut, marah marah ke petugas….
    Angkot sembarangan berhenti, ditegur marah marah…
    Motor lawan arus, keserempet mobil, jatuh, pengendara motor arah marah…

    Adanya aturan pun susah implementasinya kalau hidup di masyarakat ngeyel…

    Mau tidak mau, suka tidak suka, rakyat indonesia bukan tipe manusia yang bisa diajak pakai nalar karena egonya selalu menang.

    Kalau mau tidak macet perlu pemimpin yg sadis *tangan besi*. Ada rakyat ngeyel pukulin aja.
    Cocoknya indonesia ini dipimpin dgn karakter yg mirip mirip kim jong un biar pada tertib 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s